Urun Rembug
Yogyakarta – Setelah resmi ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yogyakarta terus mematangkan langkah penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Salah satunya melalui forum Urun Rembug Kota Kreatif bertajuk “Penguatan Data Pelaku Ekonomi Kreatif” yang akan berlangsung pada Rabu, 20 November 2024 di Jogjazz Café, Yogyakarta.
Penetapan Yogyakarta sebagai Kota Kreatif pada September 2024 bertepatan dengan ICFest di GIK UGM menjadi momentum penting. Forum ini diharapkan bisa menjadi ruang sinergi untuk menemukenali potensi dan kekuatan subsektor ekraf, sekaligus menumbuhkembangkan ekosistem kreatif yang manusiawi dan berkelanjutan.
Forum ini berfokus pada pendataan aktor ekonomi kreatif berbasis pendekatan ABCGM (Academic, Business, Community, Government, Media). Tujuannya tidak hanya menciptakan database terintegrasi, tetapi juga menyusun direktori potensi ekraf Yogyakarta serta merumuskan quick win program bagi penguatan ekosistem hingga 2030.
“Sinergi antara pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, dan media harus terbangun dengan data yang kuat. Tanpa data, kita akan sulit merancang strategi pengembangan yang berkelanjutan,” ujar panitia dalam keterangannya.
Acara yang berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB ini akan diisi oleh fasilitator dari berbagai komunitas, antara lain:
Rundown meliputi registrasi peserta, makan siang, pemantik diskusi, sesi diskusi terbuka, tanggapan pemerintah daerah, hingga penutupan.
Daftar undangan mencakup perwakilan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Di antaranya Arsita Pinandita (Nandur Srawung Fest), Kristianus Nugroho Pudyantoro (Pelaku Event Jogja), Ditya Sarasiastuti (ARTJOG), Dinda Intan (Jogja Festivals), hingga Affi Aditya Khresna (Jogja Creative Society/P3I DIY).
Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta seperti Bagian Perekonomian & Kerjasama Setda, Bappeda Kota Yogyakarta, dan Diskominfo Kota Yogyakarta.
Melalui forum ini, Yogyakarta ingin memastikan keberlanjutan pengembangan ekraf tidak hanya berhenti pada predikat, tetapi diwujudkan dalam ekosistem kolaboratif berbasis data. Dari sinilah diharapkan lahir program-program unggulan yang bisa memperkuat posisi Yogyakarta sebagai Kota Kreatif berdaya saing global.