Urun Rembug

Urun Rembug Kota Kreatif Yogyakarta: Perkuat Kolaborasi, Bahas Inklusi hingga Infrastruktur Seni

Yogyakarta – Sebanyak 70 peserta dari berbagai unsur hadir dalam Urun Rembug Kota Kreatif Yogyakarta yang digelar Selasa (22/10/2024) di 101 Style Hotel Malioboro. Acara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta dan menghadirkan komunitas kreatif, akademisi, pelaku bisnis, media, hingga perwakilan pemerintah.

Forum Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. “Kota Yogyakarta harus tumbuh dengan kolaborasi yang kuat dan inklusif. Pemerintah siap mendengar sekaligus menindaklanjuti masukan dari komunitas,” ujarnya dalam keynote speech bertajuk Kolaborasi dan Sinergi dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Yogyakarta.

Diskusi dipandu oleh Affi Khresna dari Jogja Creative Festivals, dengan empat narasumber utama dari komunitas pelaku ekonomi kreatif: BOTIKA, Nandur Srawung, Retro Classic Cycle, dan Jogja Festivals.

Suara Komunitas: Dari Inklusi hingga Tantangan Venue

Beberapa isu penting mencuat dalam forum ini. Saga Iqra dari ADITIF menekankan pentingnya inklusivitas agar semua kelompok masyarakat, termasuk yang rentan, dapat merasakan manfaat dari ekosistem kreatif.

Sementara itu, Paksi Raras Alit dari Jawacana mengingatkan perlunya melibatkan pemuda dan warga kampung dalam event kreatif, agar masyarakat merasa memiliki kotanya.

Dari sektor film, Kurnia Yudha (Komunitas Film Dokumenter) mengungkapkan keterbatasan akses infrastruktur publik. “Sejak 2002, ruang yang bisa dimanfaatkan hanya Benteng Vredeburg dan beberapa museum. Itu tidak representatif bagi komunitas film yang karyanya sudah diakui secara nasional hingga internasional,” tegasnya.

Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan UPT Logam dan PDIN, sementara Eri Kuncoro dari BOTIKA menawarkan dukungan teknologi. Dari sektor gim, Puspa Siregar (GameLan Community) berharap pemerintah bisa hadir sebagai fasilitator karena kegiatan mereka rutin menghadirkan banyak peminat hingga tingkat nasional.

Komitmen Pemerintah

Menanggapi berbagai masukan, Sekda memastikan bahwa ide-ide tersebut akan dicatat dan ditindaklanjuti. Pemerintah Kota Yogyakarta disebut siap merumuskan bentuk kolaborasi konkret dengan komunitas untuk memperkuat ekosistem kreatif.

Langkah Lanjutan

Sebagai tindak lanjut, forum ini menyepakati akan diadakan FGD lanjutan bersama Tim Percepatan Pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan fokus pada penyiapan quick win Komite Ekonomi Kreatif tahun mendatang.

Dengan ragam gagasan yang disampaikan, Urun Rembug #4 diyakini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pengembangan ekosistem kreatif yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Yogyakarta.

Punya Produk atau Usaha di bidang Ekraf?

Gabung sekarang, tunjukin karyamu, dan bangun koneksi kreatif!