Urun Rembug
Yogyakarta – Komitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta resmi dimulai dengan digelarnya Rapat Perdana Tim Percepatan Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada Jumat (20/9/2024). Bertempat di Ruang Seminar Rooftop Pasar Prawirotaman, rapat ini menjadi langkah awal setelah Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Kreatif.
Rapat dipimpin oleh Yeti Kusumawati, S.E selaku Ketua Tim Kerja PPUEK, dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Pendampingan Penetapan Kota Kreatif, Tim Kerja PPUEK, serta Kepala Bidang Perekonomian Bappeda.
Sebanyak 10 calon anggota tim turut diundang sebagai representasi komunitas kreatif. Mereka berasal dari berbagai organisasi, antara lain Jogja Creative Society, Jogja Festivals, Retro Classic Cycle, Gamelan Community, Yayasan Karya Muda Merdeka, ARTJOG, Botika AI, dan Festival Film Dokumenter. Sementara itu, dua perwakilan dari Pelaku Event Jogja dan Nandur Srawung Fest berhalangan hadir.
Dalam diskusi, para peserta menyoroti berbagai langkah yang harus segera ditindaklanjuti. Di antaranya adalah:
“Pertemuan perdana ini penting sebagai wadah ramah tamah, tapi juga langsung mengerucut ke hal-hal teknis yang bisa segera dikerjakan,” ujar salah satu peserta rapat.
Dari pertemuan ini, disepakati akan segera digelar rapat lanjutan dengan agenda lebih konkret, yang diharapkan dapat menghasilkan program nyata untuk mendukung pengembangan ekosistem kreatif di Yogyakarta.
Dengan semangat kolaborasi yang ditunjukkan para peserta, forum ini diyakini menjadi pijakan penting dalam menghadirkan solusi kreatif dan terintegrasi bagi kemajuan ekraf Kota Gudeg.